- Kantor Cabang Syariah Pertama Berkonsep Bisnis Hybrid Resmi Diluncurkan CIMB Niaga di Aceh
- Perkuat Kolaborasi dalam Perang Media, Kadispen Kodaeral IV Ikuti Rakornispen di Mabes TNI
- BP Batam Dukung Pengembangan Pendidikan Vokasi, Dorong Peningkatan Kualitas SDM
- Sosialisasi Coretax Perkuat Kepatuhan Pajak Pegawai RSBP
- Sambut Bulan K3 2026, Pertamina Sumbagut Perkuat Budaya HSSE dan Zero Accident
- Barang Bukti 56,51 Gram Sabu Diblender Polres Anambas, Ringkus 2 Pria
- Polisi Sahabat Anak di Batam Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
- Edukasi Jantung Bawaan, RSBP Batam Dorong Deteksi Dini
- Delegasi Pemerintah Jerman Kunjungi BP Batam
- RSBP Batam Laksanakan Tindakan Penyakit Jantung Bawaan Anak dan Dewasa Tanpa Bedah Terbuka
Cerita Murti Puji dan Puas dengan Pelayanan di Rumah Sakit RSBK Batam

Keterangan Gambar : Suasana pendaftaran pasien di RSBK Batam, Jumat (16/1/2026). /Dok. Kamal
KORANBATAM.COM - Siapa yang tak mengenal Rumah Sakit Budi Kemuliaan atau RSBK Batam?. Fasilitas kesehatan yang berdiri sejak 8 Oktober 1984 silam ini telah menjadi salah satu ikon pelayanan medis di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Berlokasi di Jalan Budi Kemuliaan nomor 1, Kampung Seraya, Kecamatan Lubukbaja, rumah sakit ini berdiri kokoh di jantung kota.
Berawal dari rumah bersalin dan balai pengobatan sederhana, RSBK kini menjelma menjadi rumah sakit modern dengan fasilitas kesehatan lengkap, tenaga medis berpengalaman serta pelayanan yang dikenal ramah, sigap dan profesional.
Transformasi yang membuktikan konsistensi dan komitmen pada pelayanan kesehatan tak pernah usang oleh waktu, dengan kiprah lebih dari empat dekade.
Hal tersebut dibuktikan langsung oleh awak media melalui pemantauan acak dan meninjau langsung di sejumlah sentra pelayanan RSBK.
Salah satu pasien, Murti Asih membagikan pengalamannya saat menjalani perawatan akibat hipertensi yang menyebabkan pecah pembuluh darah otak sebelah kanan hingga harus menjalani tindakan operasi.
“Awalnya sore itu saya masih bercanda dengan suami, anak-anak dan cucu. Semua normal seperti biasa. Kami tidur sekitar pukul 21.00 WIB. Namun sekitar pukul 02.00 dini hari, saya terbangun karena merasakan sakit hebat di mata sebelah kanan,” cerita Murti, Jumat (16/1/2026).
Tak berselang lama, kondisi Murti memburuk. Tubuhnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan, meski kesadarannya masih ada. Suaminya pun segera membawa Murti ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSBK.
“Dalam hitungan menit saya langsung ditangani, masuk UGD dan akhirnya menjalani operasi,” ucapnya.
Murti mengaku terkejut sekaligus terharu dengan pelayanan yang diterimanya selama menjalani perawatan, terlebih dirinya merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas III.
“Setelah masuk ruang rawat inap, saya benar-benar merasakan pelayanan perawat dan dokter yang luar biasa ramah. Kami sempat berpikir, karena pakai BPJS kelas 3, pelayanannya biasa saja. Ternyata kami dilayani seperti pasien kelas satu,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Dila, anggota keluarga Murti Asih. Menurutnya, anggapan masyarakat tentang perbedaan perlakuan pasien BPJS tidak terbukti di RSBK.
“Jujur kami tidak menyangka. Pelayanannya sangat baik, padahal menggunakan BPJS pemerintah. Tidak ada perbedaan perlakuan sama sekali,” ujar dia.
Dila juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak rumah sakit, tenaga medis serta pemerintah.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami sekeluarga mengucapkan ribuan terima kasih kepada dokter dan perawat yang telah menjadi pahlawan bagi keluarga kami. Juga kepada pemerintah yang telah menyediakan BPJS, sehingga kami terbantu dan terbebas dari biaya pengobatan,” tuturnya.
Ia berharap RSBK terus mempertahankan kualitas pelayanan tanpa membedakan latar belakang dan status pasien.
“Semoga RSBK semakin maju dan terus menjadi harapan bagi masyarakat Batam,” doanya untuk RSBK.
Dila juga menyampaikan pesan dari dokter yang menangani Murti Asih, yang menjadi pengingat bagi masyarakat luas.
“Periksakan kesehatan secara rutin. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” ujar dia.
Bagi warga Batam yang membutuhkan layanan kesehatan, RSBK menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Pelayanan prima, tenaga medis profesional dan sentuhan kemanusiaan menjadi resep utama yang membuat rumah sakit ini terus dipercaya masyarakat.
(red)







.gif)





















