- Panggung Megah dan Persaingan Ketat
- Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp258,6 Miliar
- Tugas Pertama Duwis Encik Puan Batam 2026 Tampilkan Ragam Busana Melayu di Rapat Paripurna DPRD
- Satgas 136 Tuah Sakti Melangkah Bukan untuk Menaklukkan, Tetapi Menyatu dan Mengabdi di Bumi Cendrawasih
- Cerita Hari Palang Merah Internasional: Tanah Papua Tanah Pengabdian TNI Satgas 136 Tuah Sakti
- Rutan Batam Ikrar Bersih Gelar Razia dan Tes Urine
- TNI Kebut Pembangunan Jembatan Garuda di Karimun untuk Pulihkan Konektivitas
- CIMB Niaga Perkuat Kolaborasi dengan Agen Properti di Jawa Barat
- Bersama Delegasi Penjara Malaysia, Rutan Batam Perkuat Sinergi Lintas Negara di Pemasyarakatan
- Pertamina Sumbagut Perkuat Kesiap-siagaan Penanganan Darurat di SPBU
Puluhan Anak di Siantan Tengah Anambas Diduga Keracunan usai Santap Menu MBG

Keterangan Gambar : Penampakan dua anak SD mendapatkan perawatan medis usai diduga keracunan MBG di Kecamatan Siantan Tengah, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Rabu (15/4/2026). /arsip KoranBatam
KORANBATAM.COM - Usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis atau MBG, puluhan orang di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Palmatak. Para siswa siswi ini diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (15/4/2026).
Informasi yang dihimpun, sebelum dilarikan ke rumah sakit, mereka mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah hingga sakit kepala.
Direktur RSUD Palmatak, Iswarijaya menyebutkan, pihaknya menerima laporan dari orangtua murid bahwa sejumlah anak-anak di sekolah mengalami gejala yang tidak biasa.
“Kami dapat laporan jam 15.00 Wib dari para orangtua yang anaknya mengalami sakit perut, pusing dan muntah-muntah,” ucapnya dalam siaran pers.
Setelah menerima laporan tersebut, Iswarijaya langsung memerintahkan petugas untuk bergerak membawa ambulans ke lokasi.
“Saya gali informasi, katanya habis menyantap makan dari sekolah,” ujar dia.
Menurut Iswarijaya, awal menerima laporan ada 11 anak yang diterima RSUD Palmatak yang terdiri dari anak Taman Kanak-kanak (TK)/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
“Saat ini kondisi di RSUD, begitu ramai. Sampai saat ini jumlah pasien kian bertambah karena masih ada yang berdatangan,” imbuhnya.
Ia menuturkan, belum bisa dipastikan penyebab puluhan siswa siswi itu mengalami penyakit apa karena para dokter masih memeriksa setiap pasien yang berdatangan. Namun pihaknya mencurigai kalau para pasien ini mengalami keracunan sehabis menyantap makanan dari sekolah.
(red)







.gif)





















