- Maling Motor Bersenjata Pisau Badik Diringkus Polisi Bengkong, Satu Masih Diburu
- Tingkatkan Kemampuan Tempur Prajurit, Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak
- Batam Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp69 Triliun
- Ramadan 1447, Harris Hotel Batam Center-Resort Waterfront Hadirkan Iftar Delights
- Awali Tugas Barunya, Kapolres Bintan Sowan ke Kejari dan DPRD
- Menteri Pertanian Datang ke Tanjung Balai Karimun, Disambut Danrem Wira Pratama
- Bidik Turis Eropa, AirAsia Buka Penerbangan Langsung dari Batam ke Kuala Lumpur
- Akses Jalan Masih Terbatas
- Ardiwinata Dorong Asosiasi Peduli Hewan Jadi Penggerak Event MICE dan Wisata Berbasis Minat Khusus
- Rakor SMSI Kepri 2026: Merawat Kebersamaan Menguatkan Peran Media
26 Jukir Liar di Kota Batam Diamankan, Langsung Dijerat Tipiring

Keterangan Gambar : Ditsamapta Polda Kepri mengamankan jukir liar di Kota Batam, Kepulauan Riau. /Polda Kepri
KORANBATAM.COM - Sebanyak 26 juru parkir (jukir) liar di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ditertibkan. Karena tidak memiliki surat tugas dan kartu identitas yang sah. Puluhan orang ini langsung dijerat dengan tindak pidana ringan (Tipiring).
Penertiban para jukir liar dilakukan Direktorat (Dit) Samapta Kepolisian Daerah (Polda) Kepri yang berlangsung mulai pada Kamis dan Jumat (5-6/12/2024).
Penindakan tipiring terhadap pelanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2018 Pasal 62 ayat 1 tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir ini tentunya menjawab keresahan masyarakat terkait maraknya juru parkir liar di Batam. Polisi melakukan penindakan juga untuk mencegah aksi premanisme.
“Ada 26 orang juru parkir liar non TO (Target Operasi, red) yang kami tipiring dan diberi peringatan. Mereka menarik uang parkir tetapi tidak memberikan karcis resmi, kami lakukan pembinaan,” ujar Direktur (Dir) Samapta Polda Kepri, Kombes Pol Joko Adi Nugroho melalui Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyda dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/12).
Pandra menjelaskan bahwa, pelaksanaan ini bertujuan untuk menciptakan tata kota yang tertib dan teratur, mencegah potensi tindak kriminal, termasuk pungutan liar maupun pencurian serta melindungi hak masyarakat untuk menggunakan fasilitas umum sesuai aturan.
“Kesemuanya kami amankan di sekitar Edukit Batam Center, Simpang Gelael, Hotel 01, Kimia Farma, Green Land, Botania hingga di kawasan wisata Welcome To Batam (WTB),” ucapnya.
Pandra memastikan 12 dari 26 orang yang diamankan langsung dikenai sanksi tipiring. Tidak ada satu pun jukir liar yang dikenai sanksi pidana berat.
“Ada 26 orang dibawa ke Polda Kepri untuk diambil keterangan dan 12 orang segera disidangkan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Batam,” ujarnya.
(iam)







.gif)





















