- Polsek Bengkong Gelar Dialog dengan Seluruh Elemen Masyarakat
- Tanpa Persiapan Matang, Disbudpar Raih Prestasi di Lomba Gerak Jalan HUT RI se-Batam
- Bentuk Empati Kondisi Nasional, BP dan Pemkot Batam Batalkan Penyelenggaraan Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan ke-80
- BP Batam Pastikan Pekerjaan Drainase Rampung Bertahap Tahun Ini
- Ciptakan Protokol Profesional dan Berwawasan, BP Batam Selenggarakan Workshop Keprotokolan
- Amsakar Raih Penghargaan Baznas Award 2025, Komitmen Dukung Gerakan Zakat Nasional
- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
BC Karimun Musnahkan Barangbukti Tegahan Setahun

KORANBATAM.COM, Karimun - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun musnahkan hasil tangkapan periode Januari 2018 - Januari 2019 di Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kamis (31/10/2019).
Ibnu Sina, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kepri, merinci, ada 190 kasus penangkapan penyeludupan selama rentang waktu itu dengan barang bukti; 7288 Pcs Kosmetik, 707 karung ballpres, 152 unit elektronik bekas berbagai merek.
Lalu ada juga 1.900.000 batang rokok berbagai merek, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dari berbagai golongan dan merek sekitar 166.000 liter.
"Barang bukti yang kita musnahkan hari ini merupakan barang dari dalam maupun luar negeri, ada yang dibawa dari Malaysia ke Indonesia, dan ada juga dari Indonesia ke Malaysia," kata Ibnu Sina seperti dikutip dari Gatra.com Kamis (31/10/2019) siang.
Kalau ditotal semua nilai barang bukti tadi mencapai Rp1,9 miliar lebih dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp1 miliar.
Selain KPPBC Karimun, Kanwil DJBC Khusus Kepri juga memsunahkan hasil tangkapannya berupa 75 karung bawang putih dan 284 karung bawang merah. Dua jenis barang ini ditaksir Rp60 juta dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp16 juta.
Lantas ada juga 7407 liter etil alkohol berbagai jenis dengan nilai barang Rp1.121.000.000,- dan kerugian mencapai Rp1,9 milyar.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dan dihancurkan digilas pakai alat berat.(gatra.com/red)