- Maling Motor Bersenjata Pisau Badik Diringkus Polisi Bengkong, Satu Masih Diburu
- Tingkatkan Kemampuan Tempur Prajurit, Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak
- Batam Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp69 Triliun
- Ramadan 1447, Harris Hotel Batam Center-Resort Waterfront Hadirkan Iftar Delights
- Awali Tugas Barunya, Kapolres Bintan Sowan ke Kejari dan DPRD
- Menteri Pertanian Datang ke Tanjung Balai Karimun, Disambut Danrem Wira Pratama
- Bidik Turis Eropa, AirAsia Buka Penerbangan Langsung dari Batam ke Kuala Lumpur
- Akses Jalan Masih Terbatas
- Ardiwinata Dorong Asosiasi Peduli Hewan Jadi Penggerak Event MICE dan Wisata Berbasis Minat Khusus
- Rakor SMSI Kepri 2026: Merawat Kebersamaan Menguatkan Peran Media
Cekcok Rokok Berbuntut Pegawai Toko Grosir Sembako di Sekupang Tikam Rekan Kerja

Keterangan Gambar : Penangkapan pelaku penikaman di Sekupang, Batam. /Polsek Sekupang
KORANBATAM.COM - Seorang pegawai toko grosir sembako Budi Mart Cipta Land, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), inisial IQ (19 tahun) ditangkap setelah menikam rekan kerjanya, IS (22 tahun). Penganiayaan ini diduga dipicu oleh perselisihan akibat rokok.
Berdasarkan data yang diterima KoranBatam, penusukan terjadi Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang pada Jumat (29/11/2024) pagi.
“Saksi (Agus, red) melihat keduanya berkelahi menggunakan pisau di depan toko. Selanjutnya saksi berusaha melerai, tapi korban sudah bersimbah darah,” kata Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom saat dihubungi, Sabtu (30/11) sore.
Gultom mengatakan, korban mengalami beberapa luka tusukan di tubuhnya dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Ya teman satu kerja (korban dan pelaku, red) di toko itu (Budi Mart Cipta Land, red),” ujarnya.
Gegara Minta Rokok
Menurut rekan korban, Gultom mengatakan, sehari sebelumnya, pada Kamis (28/11) malam, IS meminta rokok namun tidak diberikan oleh rekan kerjanya atau pelaku tersebut. Sehingga terlibat cekcok berujung penikaman.
“Kami terus mendalami motif sebenarnya dari kejadian ini. Tapi berdasarkan keterangan teman korban, IS meminta rokok, tapi pelaku tidak memberikannya. Dari situ, mereka bertengkar sambil membawa senjata tajam, tapi sempat dilerai dan disuruh pulang,” jelasnya.
Saat ini IQ sudah ditahan di Mapolsek Sekupang. IQ dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan Mengakibatkan Luka Berat.
“Sudah kami amankan berikut dengan barang bukti pisau, dan mengakui perbuatannya. Pelaku ditangkap di kos-kosannya di Tiban 2. Sekarang masih dimintai keterangan lebih lanjut,” tukasnya.
(iam)







.gif)





















