- Polsek Bengkong Gelar Dialog dengan Seluruh Elemen Masyarakat
- Tanpa Persiapan Matang, Disbudpar Raih Prestasi di Lomba Gerak Jalan HUT RI se-Batam
- Bentuk Empati Kondisi Nasional, BP dan Pemkot Batam Batalkan Penyelenggaraan Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan ke-80
- BP Batam Pastikan Pekerjaan Drainase Rampung Bertahap Tahun Ini
- Ciptakan Protokol Profesional dan Berwawasan, BP Batam Selenggarakan Workshop Keprotokolan
- Amsakar Raih Penghargaan Baznas Award 2025, Komitmen Dukung Gerakan Zakat Nasional
- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
Gas Elpiji 3 Kg Habis di Karimun

Keterangan Gambar : sindobatam.com
KORANBATAM.COM, Karimun – Warga Karimun mulai resah dengan sulitnya mendapatkan gas elpiji kemasan 3 kilogram (kg) di daerah itu. Bahkan kesulitan mendapatkan gas melon ini sejak awal pekan lalu.
Pemilik Pangkalan di Kecamatan Tebing, Oppung mengatakan, pihaknya sudah memesan seminggu lalu kepada agen. Namun pihaknya belum mendapatkan pasokan tersebut.
“Katanya Jumat (hari ini) baru diantarkan,” katanya, Kamis (28/11).
Dia menambahkan, dalam kurun dua bulan terakhir, kesulitan mendapatkan elpiji sudah dua kali terjadi. Dia berharap agar Pemerintah Daerah proaktif melakukan pengawasan sehingga tidak terjadi hal-hal serupa.
“Kasian masyarakat. Kita tahu bahwa minyak tanah sudah tidak ada, bisa kita bayangkan para ibu rumah tangga paniknya seperti apa. Jadi kita mohon pemerintah melakukan pengawasan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli membenarkan sempat terjadi kelangkaan. Namun, gas tersebut sudah mulai masuk ke Pulau Karimun Besar sejak Rabu (27/11).
Ia mengatakan, gas elpiji subsidi 3 kilogram masuk sekitar 4.600 tabung, dan hari ini (Jumat) masuk lagi, kendala terjadi saat ini antre di isi ulang gas elpiji 3 kilogram di Tanjunguban. Sebab, yang isi ulang gas elpiji tersebut bukan dari Karimun, tapi dari Bintan, Tanjungpinang.
“Memenag sempat ada kelangkaan karena kendala antre saat pengisian dan saat ini sudah normal. Dan pada awal bulan nanti akan buka di Tanjungpinang, setelah pertemuan dengan pihak Pertamina. Sesuai janjinya, awal bulan bisa diisi di Tanjungpinang. Artinya, apabila sudah beroperasi di Tanjungpinang Karimun bisa isi didua tempat yaitu Tanjunguban dan Tanjungpinang,” katanya.(sindobatam.com/red)