- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
- Warga Sakit Pencernaan di Lambung dan Empedu, Kapolsek Batuampar-Kanit Reskrim hingga Kepala Puskesmas Turun Membesuk
- BP Batam-Mayapada Resmikan Peletakan Batu Pertama RS Internasional Mabih di Sekupang
- Zest Hotel Harbour Bay Tawarkan Paket Spesial
- Ardiwinata Apresiasi Grand Wedding Expo Edisi 4 Kembali Digelar
- Perluasan Wilayah KPBPB Batam, BP Batam Gelar Konsultasi Publik Rancangan Perubahan PP 46 Tahun 2007
- BP Batam Dukung Upaya Perkuat Peran Insinyur Lokal
Ketua RT Balau Kuning Imbau Warganya Teliti Isu Penculikan Anak yang Marak di Medsos

Keterangan Gambar : Thoni Haryanto, Ketua RT 01/RW 01 Balau Kuning. /Dok. KORANBATAM.COM
KORANBATAM.COM - Ketua RT 01/RW 01 Balau Kuning, Thoni meminta warga Desa Antang di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas selalu waspada terhadap isu penculikan anak yang saat ini marak diberitakan di media sosial.
“Kewaspadaan itu dapat dilakukan melalui peningkatan pengawasan orang tua pada aktivitas anak, berkoordinasi dengan guru tempat anak bersekolah dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan ke pihak kepolisian,” kata Thoni kepada media ini, Selasa (7/2/2023).
Ketua RT mengungkapkan, dirinya selalu memonitor di wilayah RT-nya, setiap orang yang memasuki wilayah kerjanya agar diperhatikan dengan baik.
Selain meminta masyarakat waspada, Ketua RT juga mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak mudah menyebar informasi tentang penculikan anak yang beredar di media sosial.
Berdasarkan fakta, diketahui banyak posting di media sosial yang terbukti hoax setelah dilakukan klarifikasi di lapangan.
“Ada share info penculikan anak di daerah A atau B, tetapi setelah dilakukan investigasi di lapangan ternyata tidak ada. Hal ini sering terjadi. Hoax sengaja diciptakan untuk memancing kepanikan atau keresahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dia juga meminta agar masyarakat terlebih dahulu melalukan klarifikasi atas informasi yang diperoleh sehingga kabar tersebut bisa dipastikan kebenarannya.
“Sharing dulu sebelum share. Jangan sampai kita turut menjadi penyebar hoax di masyarakat,” ujar dia.
Bila ada orang yang memasuki di wilayah RT kita yang mencurigakan silahkan laporkan ke pada ketua RT dan RW setempat. Sebab kabar tentang penculikan anak dapat memancing kemarahan masyarakat melakukan main hakim sendiri terhadap orang yang dicurigai sebagai pelaku penculikan anak.
“Pernah terjadi, orang yang dicurigai dihakimi tanpa melalui klarifikasi atau tanpa melibatkan pihak kepolisian. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dengan melaporkan ke Polisi bila melihat aktivitas atau orang yang mencurigakan di lingkungannya.
“Saya juga akan berkomunikasi dengan perangkat Desa saya agar memberikan himbauan untuk setiap sekolah yang ada di desa Antang kecamatan Siantan, untuk selalu waspada dan berhati-hati. Jangan biarkan anak-anak yang di bawah umur pulang sendiri tanpa ada penjemputan orangtuanya,” katanya.
(Jhon)