- Maling Motor Bersenjata Pisau Badik Diringkus Polisi Bengkong, Satu Masih Diburu
- Tingkatkan Kemampuan Tempur Prajurit, Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak
- Batam Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp69 Triliun
- Ramadan 1447, Harris Hotel Batam Center-Resort Waterfront Hadirkan Iftar Delights
- Awali Tugas Barunya, Kapolres Bintan Sowan ke Kejari dan DPRD
- Menteri Pertanian Datang ke Tanjung Balai Karimun, Disambut Danrem Wira Pratama
- Bidik Turis Eropa, AirAsia Buka Penerbangan Langsung dari Batam ke Kuala Lumpur
- Akses Jalan Masih Terbatas
- Ardiwinata Dorong Asosiasi Peduli Hewan Jadi Penggerak Event MICE dan Wisata Berbasis Minat Khusus
- Rakor SMSI Kepri 2026: Merawat Kebersamaan Menguatkan Peran Media
Rawan Longsor, Batu Dekat Pemukiman Dievakuasi BPBD Anambas

Keterangan Gambar : Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Sulaiman meninjau batu besar yang terancam longsor, Rabu (22/11/2023). /1st
KORANBATAM.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas mengevakuasi batu besar yang berada di sekitar kawasan SMP Negeri 02 Tarempa, Rabu (22/11/2023).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Madison melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiap-siagaan BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Sulaiman memberikan penjelasan terkait hal ini.
Sulaiman mengatakan, kegiatan ini berdasarkan laporan dari pemilik lahan yang meminta bantuan dalam evakuasi batu tersebut karena berpotensi bahaya bagi masyarakat baik yang di bawah maupun yang di atas.
Maka dari itu, kata dia, pihaknya bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bekerjasama dengan masyarakat untuk mengevakuasi batu besar tersebut.
“Karena situasi yang saat ini curah hujannya cukup tinggi, batu besar yang dekat pemukiman warga itu tergerus air sehingga berpotensi untuk tergelincir. Kalau yang di atas itu berpotensi bahaya longsor bagi rumah dan kalau yang di bawah ini tentunya berpotensi untuk tertimpa jatuhan batu tersebut,” bebernya.
Sulaiman juga menyampaikan bahwa, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk menjaga keamanan agar proses evakuasi batu tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Untuk prioritas batu yang akan dievakuasi, lanjutnya, saat ini berfokus pada dua titik utama yang memang kondisi batu tersebut sudah masuk ke badan jalan dan berpotensi untuk tergelincir.
“Untuk sementara kita fokus pada dua batu ini. Nanti kita tanya juga ke tukang batu yang akan mengerjakannya apakah ada batu-batu lain yang harus dievakuasi,” ujarnya.
Dijelaskannya juga, proses pengerjaan evauasi batu tersebut dilakukan dengan cara tradisional yaitu dibakar terlebih dahulu lalu di pecah menjadi potongan-potongan kecil dan estimasi pengerjaannya memakan waktu sekitar empat hari.
“Setelah batu dievakuasi, pemilik lahan akan membuat batu miring karena ini adalah lahan pribadi yang otomatis pengelolaannya kita serahkan kepada pemilik lahan,” tutupnya.
(red)







.gif)





















