- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
- Warga Sakit Pencernaan di Lambung dan Empedu, Kapolsek Batuampar-Kanit Reskrim hingga Kepala Puskesmas Turun Membesuk
- BP Batam-Mayapada Resmikan Peletakan Batu Pertama RS Internasional Mabih di Sekupang
- Zest Hotel Harbour Bay Tawarkan Paket Spesial
- Ardiwinata Apresiasi Grand Wedding Expo Edisi 4 Kembali Digelar
- Perluasan Wilayah KPBPB Batam, BP Batam Gelar Konsultasi Publik Rancangan Perubahan PP 46 Tahun 2007
- BP Batam Dukung Upaya Perkuat Peran Insinyur Lokal
Kopje Djadoel Angkringan Jadi Tempat Nongkrong Baru di Batam

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata (kemeja coklat) di Kopje Djadoel Angkringan, Kompleks Ruko Greenland, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (3/11/2024). /Disbudpar Batam
KORANBATAM.COM - Kopje Djadoel Angkringan menjadi destinasi wisata kuliner baru di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Berada di kompleks ruko Greenland, Batam Center tak hanya menawarkan kuliner lezat, tetapi juga menawarkan pemandangan danau.
“Dengan adanya Kopje Djadoel Angkringan, amenitas di Batam bertambah dan menjadi daya tarik wisatawan yang ingin berwisata kuliner,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata kepada KoranBatam, Minggu (3/11/2024).
Kopje Djadoel Angkringan sendiri menawarkan berganti kuliner nusantara hingga kuliner kekinian. Beberapa menu kuliner seperti sate, nasi kucing dan berbagai menu lainnya khas angkringan.
Tempat nongkrong baru yang buka mulai pukul 16.30 hingga 00.00 WIB tersebut juga menyuguhkan live musik pada Jumat-Sabtu.
“Semoga ini menjadi pilihan baru bagi wisatawan dengan berbagai ciri khas dan kelezatan kulinernya,” katanya.
Ia menambahkan, Kopje Djadoel Angkringan menjadi satu dari 3.700 lebih amenitas pariwisata Batam berupa restoran. Ardiwinata berharap, pengelola terus memperhatikan menu dan tempatnya.
“Kalau sudah bagus dan kuliner enak, orang akan ramai datang dan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung,” tukasnya.
(iam)