- OCTO Loan, Fitur Baru Bayar Transaksi Pakai QRIS Resmi Diluncurkan CIMB Niaga
- Sea Eagle Boat Race 2025: Regu Dayung Jawa Barat Masuk Final
- Universitas Batam Wisuda 724 Mahasiswa S-2 Kedokteran, Farmasi hingga S-1 Akuntansi
- Didukung Wasit Nasional, Balap Perahu Dayung Tradisional 2025 Berjalan Kondusif
- Pelabuhan Gold Coast Ferry Internasional di Bengkong Resmi Buka Rute Batam-Singapura
- Polda Kepri Sita 57 Botol Miras dan 12 Minol, 9 Penjual Disanksi Tipiring
- BP Batam Tekankan Kepastian Usaha dan Peran Logistik dalam Pertumbuhan Ekonomi
- Bola Out, Sakit Hati dan Kartu Merah: Motif Penganiayaan di Bengkong Batam
- PLN Batam Gelar Konsultasi Publik Usulan Perubahan Regulasi Tarif Listrik
- Sinergi Berkelanjutan PLN dan Kementerian EDSM untuk Stabilitas Energi di Batam
Penusuk Wiranto Sempat Ajak Teman di Medan Jihad ke Suriah

KORANBATAM.COM - Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, penusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, sempat mengajak salah seorang tetangganya di Medan pergi ke Suriah.
"Pada 2013 ia mengajak saya pergi ke Suriah," kata Alex tetangga Syahrial yang tinggal di Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan pada Jumat, 11 Oktober 2019 seperti dikutip dari Medan Headlines.
Syahrial lahir di Medan pada 1968. Ia bahkan kuliah di fakultas hukum salah satu universitas di Medan.
Alex menuturkan Syahrial sempat menunjukkan materi-materi jihad yang berkaitan dengan Suriah. Namun, Alex menolak. “Saya iya iya saja waktu diajak, mau bantah kan enggak enak," kata Alex.
Abu Rara juga juga sempat mengajak Alex ke Palu. Di sana dia akan disediakan pekerjaan. Hasil pekerjaan rencananya ditabung untuk berangkat ke Suriah. Namun, keberangkatan Syahrial ke Palu Gagal.
Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan Ajun Komisaris Besar Ikhwan Lubis mengatakan Syahrial tidak memiliki catatan kriminal selama di Medan. “Belum ada, karena pelaku sudah lama merantau dan tidak tinggal di Medan lagi sejak 2016,” kata dia.
Sementara itu, Polisi menyebut Syahrial merupakan jaringan JAD Bekasi pimpinan Abu Zee. Meski sudah memantau pergerakan Abu Rara selama tiga bulan sebelum penyerangan Wiranto, polisi tak bisa menangkapnya. Sebab, ia masih dalam tahap awal pengajian terorisme. (Tempo)/PE/red







.gif)






















