- Bentuk Empati Kondisi Nasional, BP dan Pemkot Batam Batalkan Penyelenggaraan Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan ke-80
- BP Batam Pastikan Pekerjaan Drainase Rampung Bertahap Tahun Ini
- Ciptakan Protokol Profesional dan Berwawasan, BP Batam Selenggarakan Workshop Keprotokolan
- Amsakar Raih Penghargaan Baznas Award 2025, Komitmen Dukung Gerakan Zakat Nasional
- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
- Warga Sakit Pencernaan di Lambung dan Empedu, Kapolsek Batuampar-Kanit Reskrim hingga Kepala Puskesmas Turun Membesuk
- BP Batam-Mayapada Resmikan Peletakan Batu Pertama RS Internasional Mabih di Sekupang
Warga Jakarta di Karimun Santuni Anak Yatim Sembako dan Peralatan Sekolah

Keterangan Gambar : Anak-anak yatim Yayasan Pondok Pesantren Bustanuk Azkiya Wonosari menerima bingkisan dan sembako. /1st
KORANBATAM.COM – Senyum sumringah terlihat di wajah anak-anak yatim di Yayasan Pondok Pesantren Bustanuk Azkiya, Wonosari Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Sabtu (6/8/2022) lalu.
Mereka mendapatkan paket santunan di Lebaran Anak Yatim ini berupa bingkisan yang isinya sembilan bahan pokok (sembako) ditambah dengan peralatan sekolah.
Selain warga Jakarta, ada juga konstribusi dari Pengajian Bukit Indah Karimun Pimpinan, Nurul bersama kaum Muslimin yang disampaikan perwakilan warga Jakarta, Ustaz Zaky yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Azkiya tersebut.
“Alhamdulillah, tradisi Lebaran Anak Yatim bisa kita laksanakan hari ini,” ujar Ustaz Zaky.
Sebanyak 71 paket Sembako dan peralatan sekolah seperti buku dan alat tulis berhasil dikumpulkan dari para donasi untuk di distribusikan kepada para yatim yang ada di sekitarnya. Selain di Pondok Pesantren, warga Jakarta yang memiliki tetangga yang yatim juga turut menyalurkannya.
“Sebab yang tahu kondisi anak yatim di sekitarnya ya warga kita sendiri. Jadi selain di sini, kita juga bagikan di lokasi dekat rumah anggota kita,” sebutnya.
Meski masih ada kontroversi terkait lebaran anak yatim karena ada yang menganggap tidak pernah ada hadist yang shahih yang mendukung melaksanakannya dengan niat berbagi.
Untuk diketahui, lebaran anak yatim atau Idul Yatama biasa dilaksanakan setiap 10 Muharam tahun Hijriah. Istilah Lebaran atau Hari Raya untuk menggambarkan kegembiraan bagi si Yatim. Sebab, pada hari itu banyak orang menambahkan rasa kepeduliannya kepada mereka.
(red)