- Kodaeral IV Pastikan Bantuan Bencana untuk Sumatera Siap Dikirim
- CIMB Niaga Ajak Masyarakat Berpartisipasi pada Gerakan Keberlanjutan lewat The Cooler Earth 2025
- RSBP Batam Raih Penghargaan Indonesian Best Golden Awards 2025
- Atasi Gangguan Suplai Air Bersih Warga RW 01 Tanjungsengkuang, BP Batam Bangun Interkoneksi Pipa
- Amsakar Chess Cup II Digelar, BP Batam Chess Club Siap Dikukuhkan
- Menginspirasi Anak Muda Wujudkan Mimpi dan Aspirasinya lewat CIMB Niaga Kejar Mimpi Fest 2025
- Dua Karyawan Gelapkan Motor Antar Jemput Laundry di Bengkong Batam
- Batam-Johor Perkuat Konektivitas dan Sinergi Investasi
- Libatkan KM Kelud, 15 Kontainer Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera Diberangkatkan Pelni
- Kolaborasi BP Batam dengan Bappenas-Pemkot Surabaya: Bahas Strategi Pengembangan Wilayah
Polsek Bengkong Masuk Gereja, Sebar Pesan Kamtibmas

Keterangan Gambar : Minggu Kasih Curhat Kamtibmas Polsek Bengkong di gereja Impact Community di Bengkong Indah, Bengkong, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (16/11/2025). /Dok. Polsek Bengkong
KORANBATAM.COM - Suasana hangat terasa di tengah ibadah Minggu pagi, saat sejumlah personel Kepolisian Sektor Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) hadir menyapa jemaat gereja Impact Community di Kelurahan Bengkong Indah dalam program “Minggu Kasih Curhat Kamtibmas”, Minggu (16/11/2025).
Program yang digagas untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat ini berlangsung di sejumlah gereja di wilayah hukum Polresta Barelang.
Para bhabinkamtibmas hadir langsung di tengah ibadah untuk berdialog dengan jemaat, mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra, S.KKK. melalui para bhabinkamtibmasnya menyampaikan bahwa, program ini menjadi wadah untuk menjalin komunikasi dua arah secara terbuka dan penuh empati.
“Kami ingin kehadiran polisi bukan hanya terlihat saat ada masalah. Lewat Minggu Kasih ini, kami hadir sebagai sahabat, sebagai pendengar, dan sebagai mitra masyarakat untuk menciptakan rasa aman bersama,” ujar Endra dalam keterangan tertulisnya.
Program ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat kepolisian, tokoh agama, pemuda serta masyarakat luas.
Dengan mendengarkan langsung suara hati jemaat, aparat keamanan bisa lebih tanggap dan responsif terhadap potensi gangguan keamanan di sekitar tempat ibadah maupun lingkungan tempat tinggal mereka.
Kapolsek pun mengimbau agar masyarakat tidak ragu melaporkan jika terjadi persoalan yang mengganggu Kamtibmas.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami siap hadir dan membantu kapan pun masyarakat membutuhkan,” tegasnya.
Program Minggu Kasih Kamtibmas menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan humanis dapat membangun jembatan kepercayaan antara aparat dan warga.
Di tengah doa dan kidung rohani, hadir pula pesan damai dari para penjaga keamanan negeri.
(iam)







.gif)






















