Rugikan Negara Rp2,5 Triliun, Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Korupsi PT Waskita Beton Precast

Reporter : KORANBATAM.COM 27 Jul 2022, 07:33:04 WIB HUKUM DAN KRIMINAL
Rugikan Negara Rp2,5 Triliun, Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Korupsi PT Waskita Beton Precast

Keterangan Gambar : Kajagung RI, Burhanuddin (dua dari kanan), saat konferensi pers. /1st


KORANBATAM.COM - Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) telah menetapkan empat orang tersangka terkait dengan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT. Waskita Beton Precast, Tbk, pada tahun 2016 hingga 2020.

Adapun empat orang tersebut sebagai berikut:

1. AW, selaku pensiunan PT. Waskita Beton Precast, Tbk. (Mantan Direktur Pemasaran  PT. Waskita Beton Precast, Tbk., periode 2016-2020). Berdasarkan surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus di Nomor: Prin-27/F.2/Fd/2/05/2022 tanggal 17 Mei 2022 dan surat penetapan tersangka (Pidsus-18) Nomor: TAP-41/F.2/Fd.2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022.

2. AP, selaku General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast, Tbk., periode 2016-Agustus 2020, berdasarkan surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-45/F.2/Fd/2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022 dan surat penetapan tersangka (Pidsus-18) Nomor: TAP-42/F.2/Fd.2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022.

3. BP, selaku Staf Ahli Pemasaran (expert) PT Waskita Beton Precast, Tbk., berdasarkan surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-47/F.2/Fd/2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022 dan Surat Penetapan Tersangka (Pidsus-18) Nomor: TAP-44/F.2/Fd.2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022.

4. A, selaku pensiunan karyawan PT. Waskita Beton Precast, Tbk., berdasarkan surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-46/F.2/Fd/2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022 dan surat penetapan tersangka (Pidsus-18) Nomor: TAP-43/F.2/Fd.2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022.

Kepala Kejaksaan Agung RI, Burhanuddin mengatakan, untuk mempercepat proses penyidikan, empat tersangka dilakukan penahanan yaitu:

1. AW dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung (Cabjagung) selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 26 Juli 2022 hingga 14 Agustus 2022, berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-31/F.2/Fd.2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022.

2. AP dilakukan penahanan di Rutan Kelas 1 Jakarta Pusat Salemba selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 26 Juli 2022 hingga Agustus 2022, berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-32/F.2/Fd.2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022.

3. BP dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 26 Juli 2022 hingga 14 Agustus 2022, berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-34/F.2/Fd.2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022.

4. A dilakukan penahanan di Rutan Kelas 1 Jakarta Pusat Salemba selama 20 hari terhitung sejak tanggal 26 Juli 2022 hingga 14 Agustus 2022, berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-33/F.2/Fd.2/07/2022 tanggal 26 Juli 2022.

Adapun kasus posisi dapat dijelaskan bahwa PT Waskita Beton Precast, Tbk., pada tahun 2016 hingga 2020, telah melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang dengan melakukan pengadaan fiktif, pengadaan barang tidak dapat dimanfaatkan, dan beberapa pengadaan tidak dapat digunakan alias mangkrak.

Untuk menutupi itu, PT Waskita Beton Precast, Tbk., melakukan pengadaan fiktif dengan meminjam bendera beberapa perusahaan dengan membuat surat pemesanan material fiktif, meminjam bendera vendor atau supplier, membuat tanda terima material fiktif, dan membuat surat jalan barang fiktif.

Atas perbuatan tersebut, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2.583.278.721.001.

Perbuatan para tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Juncto (Jo) Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 31 tahun 1999 Jo UU-RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Sebelum dilakukan penahanan, 4 orang tersangka telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen dengan hasil dinyatakan sehat serta negatif Covid-19,” katanya.

 

(Pupenkajagung/red) 




Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook