Tak Efisein Lagi, BP Batam Ungkap Ganti Pengoperasian Gamma Ray Container Scanner ke HCVM X-Ray Screening System

Reporter : Koran Batam 14 Jan 2022, 20:40:30 WIB LAPORAN UTAMA
Tak Efisein Lagi, BP Batam Ungkap Ganti Pengoperasian Gamma Ray Container Scanner ke HCVM X-Ray Screening System

Keterangan Gambar : HCVM X-Ray Screening System, yang resmi dioperasikan BP Batam di Pelabuhan Batuampar, Batam, Jumat (14/1/2022). /BP Batam


KORANBATAM.COM - Tudingan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengabaikan Gamma Ray Container Scanner yang rusak di Pelabuhan Batuampar, dinilai tidak tepat.

Dimana, selain dioperasikan petugas dari pelabuhan pemegang PPR (Petugas Proteksi Radiasi), Gamma Ray Container Scanner, yang rusak sebelumnya, sudah tidak efisien jika diperbaiki. Terlebih, fungsinya sudah digantikan alat yang lebih canggih HCVM X-Ray Screening System.

Kondisi terbaru di Pelabuhan Batuampar itu diungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Jumat (14/1/2022), menjawab pernyataan terkait alat tersebut. Dimana, pertanyaan yang disampaikan ke BP Batam, dinilai muncul, karena ketidaktahuan atas alat atau kondisi di Pelabuhan Batuampar, yang sebenarnya.

“Tentu kami apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada kami. Namun, di lain sisi BP Batam berharap kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kapasitas pada bidang tertentu untuk tidak mengeluarkan statement yang tidak sesuai tupoksinya. Sehingga, tidak menimbulkan kesalahan persepsi,” kata Ariastuty.

Ariastuty mengungkapkan bahwa, pengoperasian Gamma Ray Container Scanner dilakukan sepenuhnya oleh petugas dari pelabuhan pemegang PPR (Petugas Proteksi Radiasi), berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pelabuhan (KKP) Batam pada saat itu. Saat ini, Gamma Ray Container Scanner sudah tidak berfungsi dikarenakan rusak.

“Untuk perbaikannya dipandang sudah tidak lagi efisein, mengingat belanja perbaikan alat tersebut cukup besar. Kemudian, peran fungsi Gamma Ray Container Scanner sudah diperbaharui dengan HCVM X-Ray Screening System milik Kantor Bea dan Cukai Tipe B Batam,” ungkap pejabat BP Batam yang biasa dipanggil Tuti ini.

Lebih jauh diungkap, informasi bahwa kerusakan awal terjadi di tahun 2017, pada advance communication box dalam VACIS (Vehicle and Cargo Inspection System). Merambat ke Annuncitor pada revolutions per minute (RPM) dalam sistem pemindaian container.

“Pada tanggal 23 Agustus tahun 2018 izin operasional untuk pemanfaatan tenaga nuklir (fotofluorografi dengan radioaktif) sudah berakhir dan tidak diperpanjang,” imbuhnya.

Disisi lain, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam telah mengusulkan proses penghapusan aset Gamma Ray Container Scanner ke Biro Umum BP Batam. Hal itu sudah dikonfirmasi ke Direktorat Infrastruktur Kawasan BP Batam sesuai Nota Dinas Direktur BUP di Nomor: 105/A4.5/RT.01/03/2021, pada tanggal 22 Maret 2021.

Gamma Ray Container Scanner diadakan Otorita Batam pada tahun 2005, dan dilaksanakan pengadaannya oleh PT Mitrabuana Widyasakti. Semenjak diadakan alat scanning tersebut, petugas dari Bea dan Cukai memanfaatkannya dan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengidentifikasi pelanggaran kepabeanan lalu lintas ekspor yang melalui pelabuhan Batuampar.

“Tapi sekarang sudah digantikan, karena beberapa alasan. Kita gunakan alat yang terbaru dan itu lebih efisien,” tegasnya mengakhiri.


Sumber: BP Batam




Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook